
Mentok tiap mau bikin konten? Hendra Kuang bagi cara nulis lebih cepat pakai aturan 70 persen, pisah nulis dari ngedit, dan mulai dari ngomong, bukan nulis.
402 artikel praktis, ditulis dari pengalaman untuk market Indonesia.

Mentok tiap mau bikin konten? Hendra Kuang bagi cara nulis lebih cepat pakai aturan 70 persen, pisah nulis dari ngedit, dan mulai dari ngomong, bukan nulis.

Bukan soal konten lebih bagus. Bungkusan hari demi hari punya mekanisme psikologis yang bikin orang mulai, sementara evergreen cuma numpuk tak pernah dibuka.

Kerangka riset audiens pakai AI dalam sejam: dari mengumpulkan suara asli pelanggan sampai peta pesan yang siap kamu pakai nulis.

Landing page kamu sepi conversion bukan karena desain jelek, tapi karena ada blok wajib yang kelewat. Ini blok-blok yang sering dilupakan pemula.

Cara menilai peluang bisnis besar sebelum menyerahkan hak, ekuitas, atau kontrol. Framework praktis dari cerita Dolly Parton untuk solopreneur Indonesia.

Kerangka mengubah satu testimoni pelanggan jadi konten yang menjelaskan, membuktikan, dan menjual produkmu tanpa terdengar memaksa.

Konten kamu kebanyakan promo sampai sepi? Hendra bahas beda konten edukasi vs konten promo, kenapa orang kebablasan jualan, plus satu cara nyeimbanginnya hari ini.

Newsletter kecil bisa jual slot sponsor lewat sponsor spotlight di tengah konten. Ini struktur, penempatan, dan batas amannya untuk newsletter Indonesia.

Banyak produk gagal bukan karena jelek, tapi karena pembuatnya gak kenal pembelinya. Hendra Kuang jelasin cara kenal calon pembeli sebelum bikin apa-apa.

Cara pakai video pendek ke non-follower dan automasi komentar buat jualan produk digital, plus kapan taktik ini tidak berlaku untuk bisnismu.

Cara bikin segmentasi list sederhana dari riwayat pembelian, biar penawaran mahal dikirim ke orang yang paling siap beli, bukan broadcast ke semua orang.

Orang beli karena dorongan dasar, bukan karena fitur. Hendra Kuang jelasin keinginan dasar manusia di balik keputusan beli dan cara nyambunginnya ke produk.